Sorry to say, tapi mungkin Subjek email sudah tidak lagi menjadi salah satu faktor penentu dibukanya sebuah email.

Kita mungkin masih berasumsi kalau subjek email yang tidak ‘menarik’ akan menurunkan angka email dibuka dalam sebuah campaign email marketing.

Anda masih setuju dengan pernyataan tersebut?

Baik, kita akan buka dengan sebuah contoh kasus.

Image for post
Image for post

Ketika subjek email tidak lagi penting!

Anda yang mungkin bekerja di satu tempat mungkin lebih sering berinteraksi dengan email.

Mungkin ada belasan, puluhan bahkan mungkin ratusan email setiap hari yang masuk ke kotak masuk Anda.

Apakah semuanya Anda buka?

Baik, untuk menghilangkan notifikasi email belum dibaca mungkin Anda akan membukanya, tapi apakah Anda membacanya?

Mungkin iya, pada beberapa kondisi tertentu. …


Menarik ketika kita mengetahui bahwa penerima email kita, tidak membaca semua kata yang kita tulis.

Sebagai gantinya, mereka hanya melakukan pemindaian (scanning) secara vertikal terhadap konten email Anda.

Image for post
Image for post

Jadi apakah artinya HTML Designed email lebih baik dibandingkan dengan Text Based email?

Ah, itu bahasan lama dan perdebatan yang mungkin tidak berujung.

Bukan itu yang menjadi fokus kita kali ini.

Namun lebih ke kebiasaan (behaviour) orang orang di internet yang nyatanya mereka tidak membaca, melainkan memindai.

Perhatikan Nafas Email Anda

Membuat konten yang pindai-able alias ramah pemindaian alias scannable content, memerlukan sedikit perhatian.

Sesuai dengan judul tulisan ini, ya, kita harus memperhatikan nafas email kita.

Membuatnya rapat dan panjang, mungkin tidak akan bisa terpindai dengan baik oleh pembaca kita. …


Siapa tokoh anak betawi yang Anda kenal selama ini?

Ya, mungkin Si Doel lah yang bisa saja muncul di kepala Anda ketika membaca kalimat “Anak Betawi”.

Oh, atau mungkin Anda langsung menyanyikan lagu khasnya?

“Anak betawi, ketinggalan jaman, katenye..”

“..Kerjaannye sembayang mengaji, tapi jangan bikin die sakit hati, diberi sekali, orang bisa mati”

Dari lagu tersebut digambarkan Anak Betawi yang tidak hanya agamis, namun juga punya jiwa kesatria.

Ya, Saya melihat Khabib Nurmagomedov memiliki karakter itu.

Mungkin Khabib adalah “Anak Betawi”?

Siapa yang rela pensiun dini, atau menghentikan sesuatu yang sudah Anda lakukan sejak lama, dan disaat Anda berada di titik puncak karir yang diinginkan?

Image for post
Image for post

Mungkin berat, bahkan memang berat. …


Dari beberapa email yang masuk ke kotak masuk kita setiap harinya mungkin ada satu atau dua email yang menarik perhatian Anda.

Salah satunya mungkin dari email email yang mungkin kita merasa tidak mengenalnya.

Otak kita langsung bergegas mengingat siapa pengirim email ini, darimana asalnya?

Setelah itu Anda menyadari kalau Anda tidak pernah merasa bermaksud untuk mengikuti email tersebut.

Spam?

Tergantung !

Ya, bergantung pada isi email di dalamnya, karena mungkin saja dia bukan spam, melainkan cold email?

Loh, bukannya keduanya sama saja?

Image for post
Image for post

Cold Email : Bukan Spam, Dingin tapi Hangat

Cold email memang memiliki arti email yang dingin.

Kalau kita berbicara sales funnel dan Anda baru saja berinteraksi dengan brand atau bisnis tersebut, maka Anda adalah cold audience. …


Tiktok — aplikasi perekam dan pengolah video dengan lebih dari 800 juta pengguna saat tulisan ini dibuat.

Image for post
Image for post

Dulu mungkin kita, paling tidak saya, skeptis dengan aplikasi ini.

Secara personal, dulu saya menilai bahwa Tiktok ini tidaklah akan menjadi sebesar apa yang kita lihat sekarang.

Tapi ternyata saya salah, pengguna Tiktok bahkan hampir menyaingi pengguna Instagram.

Bahkan Instagram-pun seperti “meniru” Tiktok dengan Instagram Reels-nya yang beberapa waktu lalu mereka luncurkan.

Image for post
Image for post

Karena itu tidak heran, perebutan akuisisi Tiktok ini banyak diikuti oleh para raksasa teknologi, seperti :

  • Oracle
  • Walmart
  • Microsoft

Bisa dipastikan Anda tidak asing dengan ketiga perusahaan besar teknologi (Big Tech Companies) tersebut. …


Di tengah pandemi seperti ini banyak sekali pekerja yang mulai bekerja dari rumah, alias Work From Home (WFH).

Ya, mereka membawa laptopnya, menambah kuota internet dan pulsa teleponnya sebagai “modal” untuk bekerja dari rumah.

Lantas ada yang mengkoreksi :

“bukan WFH kaliii.. tapi remote working!

Setelah saya mendaki gunung dan melewati lembah (baca : perhatikan), sepertinya keduanya berbeda.

Ya berbeda !

Kalau Anda masih :

  • Tetap berbalas email dari rumah,
  • Atau Anda mengalihkan obrolan langsung ke WhatsApp,
  • Bahkan masih meeting menggunakan Zoom atau aplikasi video conference lainnya,

Menurut saya, ya, itu Work From Home.

Anda hanya memindahkan pekerjaan yang selama ini Anda kerjakan di kantor, lalu dialihkan ke telepon, email, WA dan video conference dari rumah. …


Beberapa waktu yang lalu saat saya berbicara email marketing, maka kebanyakan orang akan menilai bahwa apa yang saya lakukan itu adalah perilaku spamming.

Image for post
Image for post

Ya, hanya mem-blast email email promosi, email email jualan, dengan gambar gambar dan kalimat kalimat promosi yang membosankan.

Saya mengamini apa yang mereka bicarakan dengan catatan, bahwa ya saya jualan di email, tapi saya tidak melakukan spamming.

Mereka bersikukuh mengatakan kalau hampir semua email promosi yang masuk itu bagian dari spamming.

Saya juga tidak menyalahi sudut pandang seperti itu, itu sudut pandang penerima email, berarti yang salah bukan penerima emailnya, melainkan pemilik list email tersebut.

Mereka (email marketer) tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan para pelanggannya. …


Baik, mungkin ini amat sangat bertentangan dengan apa yang saya sampaikan di tulisan yang lain terkait dosa dosa besar email marketing.

Image for post
Image for post

Pada tulisan ini saya memang menyebutkan bahwa melakukan email scrapping adalah hal yang sangat dilarang.

Bahkan anda bisa berurusan dengan hukum terkait masalah privasi kalau anda tetap melakukan email scrapping.

Namun, dalam kondisi tertentu, email scrapping tetap bisa menghasilkan konversi.

Tentunya ada cara cara atau adab adab agar anda tetap dinilai ‘Sopan’ dan tidak kurang ajar karena menganggu privasi mereka.

Bagaimana caranya?

Cara ‘Sopan’ untuk Mem-broadcast email hasil scraping.

Email scrapping adalah istilah untuk menyebut tindakan mengambil email orang lain tanpa seizin pemilik email baik itu dengan bantuan robot atau tidak. …


Email marketing perlahan mulai hangat diperbincangkan seiring dengan ketatnya persaingan di berbagai layanan periklanan.

Walaupun tidak menutup fakta bahwa masih banyak pebisnis yang masih ragu akan hasil yang mampu dicetak dari setiap email terkirim.

Setelah anda menghindari kesalahan kesalahan dalam memasarkan menggunakan email, anda perlu mengetahui mengoptimisasi campaign email anda.

Optimisasi dilakukan dengan tujuan, tidak lain untuk meningkatkan konversi pembelian produk atau penggunaan jasa yang anda tawarkan.

Lantas dari mana optimisasi ini dimulai?

Jawabannya yaitu dari “ini”

The Power of ‘ini’ on Email Marketing

Rasa keingintahuan itu bisa diciptakan !

Maaf, lebih tepatnya anda (pemasar digital) ciptakan !

Menciptakan rasa penasaran yang menggugah audience anda untuk melakukan sesuatu, tentu memerlukan trik. …


Hal hal yang seharusnya tidak anda lakukan saat memasuki dunia pemasaran surat elektronik (email marketing).

Pada postingan sebelumnya, saya sudah pernah membahas tentang hal hal yang sebaiknya tidak anda lakukan, bahkan cenderung tidak boleh anda lakukan ketika menggunakan email marketing.

Dari beberapa hal yang tidak boleh anda lakukan di artikel sebelumnya adalah pembahasan teknis, namun di tulisan ini kita masuk ke psikologis.

Mengetahui poin utama dari sebuah promosi menggunakan kata kata yang anda kirimkan ke semua pelanggan anda melalui email.

Tidak jarang dari para pelaku email marketing lolos pada tahap teknis, namun gugur di tahap ini.

Mengapa mereka gugur di tahap ini? …

About

Willy Pujo Hidayat

Profesional Copywriter | Digital Marketing | eCommerce & Caramel Latte Enthusiast | I write everything here : https://willymy.name/

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store